Jumat, 24 Juni 2016

Proses Hijrahku

Diriku
Sejatinya diriku hanya bagian dari tulang rusuk adam yang  lemah dan rapuh. Diriku tercipta bukan tanpa sia-sia. Diriku berada di bawah posisi kaum adam yang sejatinya kuat dan berjiwa pemimpin.

Yaaa…diriku
Kaum yang di ciptakan sebagai pelengkap menusia agar selalu beregenerasi menghasilkan keturan-keturanan yang selalu tau asal usul dan juga kodratnya.

Ini Diriku…
Wanita penuh dosa, wanita penuh dengan rasa khilaf, mudah terpancing amarah dan penuh dengan rasa ingin bicara. Wanita yang dekat dengan dosa. Wanita yang kadang lupa akan kewajibannya.

Dan ini Aku,
Jatuh terlalu dalam pada hal hal kesia-siaan. Tenggelam dalam dunia yang tak punya kepastian. Terhanyut dalam hidup yang mungkin dapan berkhianat.

Yaaa… Aku
Masuk dalam lingkaran yang  membuatku jauh dari Sang Pencipta. Aku terlalu larut dalam hal yang aku anggap surga duniaku.

Hingga…

Pada akhirnya….

DIA…mengetuk pintuku dengan segala ujian darinya,menegur perilakuku dengan ketidakberdayaanku, Memberiku pelajaran di waktu kekeliruanku.

Kini…

Aku lelah dengan semua yang ada pada diriku, aku takmampu berbuat dari keadaanku,bahkan aku sangat-sangat tak mampu. Sampai aku menemukan sebuah ruang gelap dengan satu sinar yang bukan untukku.

Siapa itu???

Dia...

Adalah AYAHKU…

Sampai…

Pada malam-malam berikutnya, pada hari-hari berikutnya. Aku merasa kosong pada jiwaku. Entah kemana si pengisi jiwa itu. Seperti pergi berlari kencang dan tak mau kembali. Aku berusaha mengejar, namun terlalu jauh ku gapai.

Sampai…

Ku cari lagi-lagi dan lagi….

Mengapa tak kunjung ku dapatkan, seperti magnet negatif dan negatif yang selalu menjauh.

Saat itu…

Aku sadar, bahwa sejatinya pengisi hatiku, memang pantas,bahkan layak pergi dari jiwaku. Semakin aku memarahi keadaan,semakin banyak hal yang lari.

Di mulai pada malam itu,,,

Aku menutup mataku, dengan keyakinan esok adalah hariku. Namun di sepertiga malam itu. Aku seperti di pindahkan dalam ruang yang tak aku mau. Aku melihat banyak api dengan segala siksa yang tak mampu aku lihat.

Dalam Hati,,,

Bagaimana jika aku yang seperti itu???
“Ini dimana??? Mengapa seperti ini??? Tempat ini amat sangat pedih untukku”

Perlahan…

Mulai sadar, dan melihat diriku berada di tempat nan empuk berisi dengan ruangan gelap. Ini kamarku….
Ini terus menerus aku alami sampai berbulan bulan. Bagiku,,,berbulan-bulan yang membuat pikiran, hati dan perasaan menjadi gaduh,bertengkar,saling bergumam.

Hingga pada akhirnya…

Aku menemukan cahaya,,

Ya jalan keluar,

Yaitu…

BERHIJRAH…

Di mulai dari berhijab…

Menutupi semua yang  tak pantas di lihat oleh kaum adam kecuali IMAMKU nanti.

Dan kini…

Aku nyaman, aku tentram,aku bahagia, bahkan aku mengerti arti hidup yang sesungguhnya.


-Semoga menginspirasi-



Tidak ada komentar:

Posting Komentar