Kamis, 03 Maret 2016


I-M-A-M

Aku mencintai proses yang baik dalam hidupmu.
Bukan hanya saja burukmu, Tapi aku mencintai hal yang ku anggap menuju jalan Ridhonya.
Aku mencintai apa yang kamu katakan jika itu memang hal yang di atur agamaku dan agamamu.
Bukan hanya sekedar mempersilahkanmu bicara, tapi aku berusaha mngerti dan memahaminya.
Kemudian aku melakukannya.
Aku mencintai hasil yang kamu kerjakan karena aku tahu apapun itu, adalah halal.
Bukan hanya memuji hasilnya, tapi aku memberikan apreasiasi dalam usahamu dengan sebuah
pengabdian cintaku.

Imamku,
Jika hari yang kita lalui adalah hari yang buruk, maka bagiku bersamamu hari itu adalah Karunia-NYA terhadapku.
Aku percaya, Ikatan ini bukan hanya untuk kebahagiaan bersama,
Tapi untuk segala kesusahan bersama.
Aku takkan menangisi kesedihanku, aku takkan meratapi penderitaanku.
Bersamamu adalah kebahagiaan mendasar dalam hidup ini.

Wahai Imamku
Ingatlah aku sebagai wanita yang bukan hanya sebagai istri dan ibu dari anak-anakmu.
Ingatlah aku sebagai sesorang yang selalu menopangmu saat kau mulai tertatih.
Ingatlah aku sebagai seorang yang mencintaimu bukan karna alasan apapun di dunia ini,
Tapi karna Allahlah aku mencintaimu.
Jangan kau minta kembali bidadari cantik di dunia ini.
Karena aku sanggup menjadi bidadarimu, wahai imamku.

Mengapa???
Karena takdirmu dan takdirku satu, apapun sanggup DIA berikan untuk kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar