I-M-A-M
Aku mencintai proses yang baik dalam hidupmu.
Bukan hanya saja burukmu, Tapi aku mencintai hal yang ku
anggap menuju jalan Ridhonya.
Aku mencintai apa yang kamu katakan jika itu memang hal yang
di atur agamaku dan agamamu.
Bukan hanya sekedar mempersilahkanmu bicara, tapi aku
berusaha mngerti dan memahaminya.
Kemudian aku melakukannya.
Aku mencintai hasil yang kamu kerjakan karena aku tahu apapun
itu, adalah halal.
Bukan hanya memuji hasilnya, tapi aku memberikan apreasiasi
dalam usahamu dengan sebuah
pengabdian cintaku.
Imamku,
Jika hari yang kita lalui adalah hari yang buruk, maka
bagiku bersamamu hari itu adalah Karunia-NYA terhadapku.
Aku percaya, Ikatan ini bukan hanya untuk kebahagiaan
bersama,
Tapi untuk segala kesusahan bersama.
Aku takkan menangisi kesedihanku, aku takkan meratapi
penderitaanku.
Bersamamu adalah kebahagiaan mendasar dalam hidup ini.
Wahai Imamku
Ingatlah aku sebagai wanita yang bukan hanya sebagai istri
dan ibu dari anak-anakmu.
Ingatlah aku sebagai sesorang yang selalu menopangmu saat
kau mulai tertatih.
Ingatlah aku sebagai seorang yang mencintaimu bukan karna
alasan apapun di dunia ini,
Tapi karna Allahlah aku mencintaimu.
Jangan kau minta kembali bidadari cantik di dunia ini.
Karena aku sanggup menjadi bidadarimu, wahai imamku.
Mengapa???
Karena takdirmu dan takdirku satu, apapun sanggup DIA
berikan untuk kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar